Ketika melihat wanita muda berkulit putih dan berbaju hitam siang tadi, sejenak aku begumam begitu indah karya alam ini. Tubuh semampai nya yang proporsional berjalan meliuk menyebrang jalan. Kunikmati beberapa saat karya indah ini dari balik jendela praktekku. Tiba-tiba pengemis wanita tua dengan baju kumuh dan kucel masuk ke dalam dan menengadahkan tangannya. Fikiran ku yang tadinya terbang seakan-akan terhempas kebawah dengan tiba-tiba.
Setelah memberikan lembaran 2000 sejenak ku terpana. Ini bukan soal apa yang ada di luar diri melintas silih berganti dengan segala aktivitasnya dan keadaannya. Tapi ini soal di dalam sini, di dalam diriku, di dalam fikiran ku, di dalam hati dan jiwa ku. Aku yang memberi nilai indah dan jelek, baik dan buruk, salah dan benar. Sebab segalanya tidak akan bernilai kalau bukan aku yang memberi nilai.
Pemahaman bukanlah berada dalam berbagai buku tebal yang ku baca, bukan pula berada dalam segala teori yang ku tuangkan dalam berbagai tulisan dan bukan pula ada dalam kemasan yang ku tunjukkan pada kalian. Bukan. Pengetahuan dapat saja di bagi pada siapa saja, namun pemahaman adalah milikku pribadi yang tak dapat begitu saja bisa kalian pahami.
Sesungguhnya kalian dapat saja mengetahui bagaimana aku jatuh cinta pada pada SANG ADA dan TIADA, dari berbagai tulisan dan informasi yang ku berikan pada kalian. Namun tak sekalipun kalian bisa memahami perasaan cinta ku pada SANG HIDUP dan SANG MATI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar