Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda tengah berjalan menyusuri jalan yang sempit. Tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk di pinggir jalan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.
Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.
Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.
pemuda itu terdiam sejenak untuk menenangkan hatinya, siang itu dirinya menemukan pelajaran yang sangaa berharga, yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata untuk kebaikan kita sendiri. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu di tepi jalan, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah.
ya, "IKHLAS" itu memang indah...

kunjung balik ya bang http://thecorsa.blogspot.co.id/
BalasHapus