Tampilkan postingan dengan label My Memories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Memories. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Siapa yang salah..??

Kemaren badan kayaknya capek banget sampe tidur kayaknya nyenyak banget sampe bangun kesiangan..
begitu mata terbuka langsung disambut suara anak yang manggil-manggil..
"papa..papa.." sambil bawa ciki yang baru beli dari warung dia coba menghampiriku..
begitu lewat pintu kamar kaki nya tersandung kaki meja yg akhirnya bikin dia jatuh sama ciki nya..
ngeliat anaknya jatuh, istri ku yg juga mama nyaanak ku langsung menghampiri anak ku, langsung diusap-usap kaki anak ku yg tersandung kaki meja sambil mukul-mukul kaki meja yang bikin kaki anak ku tersandung..
"siapa yang nakal, sayang..?? meja nya nakal ya..??" 
"cup..cup..cup.., dah diem, meja nya dah dipukul" 
kira-kira begitulah kata-kata yang keluar dari bibir istriku sambil mendiamkan anak ku..

jadi inget waktu aku kecil dulu, mama ku juga sering bilang begitu..
kalau aku jatuh karna tersandung atau terpleset, mama pasti mendiam kan ku dengan kata"-kata yang ga jauh beda dengan kata-kata istriku tadi..
dan kayaknya juga hampir sebagian besar orang tua di daerah ku memperlakukan anaknya dengan cara yang sama..

cara mereka para orang tua mendiamkan anaknya dengan menyalahkan meja, lantai atau apapun yg membuat anaknya jatuh, seolah-olah si anak jatuh karena meja atau lantai yang salah..
kesalahan bukan dari si anak, tapi dari si meja atau lantai itu..

padahal lantai dan meja selalu diam disitu..
merekalah kambing hitam para orang tua kalau anaknya nangis karena jatuh tersandung atau terpeleset..

hal seperti itu sering terjadi berulang-ulang kali sampai akhirnya melekat di bawah sadar si anak.. bahkan sampai membentuk karakter pada beberapa anak..

ini cara yang dilakukan sebagian besar orang tua dalam membesarkan anaknya..

maka ketika anak-anak ini besar, ga jarang yang akhirnya ketika anak-anak ini jatuh dan terpleset ke dalam permasalahan hidup, anak-anak ini akan selalu menyalahkan diluar diri nya..
menyalahkan kaki meja yang diam tanpa bisa bergerak..
menyalahkan lantai yang bahkan ga bsa berkata-kata..

maka ketika anak-anak ini tumbuh menjadi anak dewasa yang ga pernah mau disalahin atas kelakuannya sendiri, siapa yang salah..??
maka ketika anak-anak ini tumbuh dengan didikan bahwa dia ga pernah salah dan yang salah adalah kaki meja dan lantai sehingga terbentuk ego tak ingin disalahkan, siapa yang salah..??

kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini ketika dilakukan berulang-ulang kali bahkan sampai ribuan kali, dapat membentuk karakter anak..

maka, aku mengajak semua yg membaca ini, temenku, saudaraku, keluargaku, bahkan musuhku, mari mulai memberikan pengertian kepada anak-anak kita bahwa ketika mereka jatuh, yang salah bukan lah meja, karna meja selalu diam disitu..
ketika mereka terpleset, jangan salahkan lantai, karna lantai akan tetap seperti itu..
kita lah yang harusnya bisa menyesuaikan keadaan supaya tidak tersandung..
kita lah yang seharusnya bisa menyesuaikan keadaan supaya tidak terpeleset..

selamat pagi..

semoga kita menjadi orang-orang yang bisa menahan ego diri..

untuk istri ku tercinta :
"mulai besok mama harus rubah cara mendiamkan Litra klo dia nangis karna jatuh"

Litra Muhammad

Pertolongan Pertama Pada Kehidupan (P3K)

Sediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kehidupan) dalam kehidupan kita. Di dalamnya, ada 7 benda :


1. Tusuk Gigi 
Jangan suka mencongkel-congkel keburukan hati orang. Sebaliknya, carilah kebaikan orang lain yang terselip, yang tidak kelihatan selama ini.

2. Penghapus 
Hapus semua kesalahan orang yang menyebabkan kita sakit hati.

3. Pensil 
Tulis dalam hati: berkah/anugerah yang kita terima setiap hari.

4. Plester
Semua luka hati dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya.

5. Karet Gelang 
Bersikaplah fleksibel, bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat terwujud.

6. Permen Karet
Bila kita sudah berkomitmen, lakukan semua dengan ikhlas dan selalu setia, seperti permen karet yang terus menempel.

7. Permen 
Berilah senyum manis ke setiap orang yang kita jumpai, karena senyum seperti permen, semua orang menyukainya.

Ingatlah : Waktu seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.

Kamis, 28 April 2016

Diam Mu Gunung Berapi

Timur barat selatan hingga utara
Setiap saat tiap ketika
Mecari tak berputus asa ku melangkah
Terasa dekat boleh disentuh
Namun hakikatnya kau terlalu jauh

Engkau yang penyayang
Pemaaf pengasih
Berkali engkau ku kecewakan
Ku tetap tak tersisih
Kau bagiku bagai gerbang yang sentiasa terbuka
Sabar dan tenang menanti setiap ketika
Kalau pun marah… tidak ketara
Aku terus lupa… hadirmu di Persia
Tidakku sadari diammu gunung berapi
Tiba-tiba sahaja meledak membinasakan semua
Tiada lagi buatku gerbang terbuka
Kesalan ku terlewat tiba
Aku kini perahu tidak berdayung
Ingin kau kudekati kusentuh
Namun hakikatnya kau jauh

Litra Muhammad