Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Pertolongan Pertama Pada Kehidupan (P3K)

Sediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kehidupan) dalam kehidupan kita. Di dalamnya, ada 7 benda :


1. Tusuk Gigi 
Jangan suka mencongkel-congkel keburukan hati orang. Sebaliknya, carilah kebaikan orang lain yang terselip, yang tidak kelihatan selama ini.

2. Penghapus 
Hapus semua kesalahan orang yang menyebabkan kita sakit hati.

3. Pensil 
Tulis dalam hati: berkah/anugerah yang kita terima setiap hari.

4. Plester
Semua luka hati dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya.

5. Karet Gelang 
Bersikaplah fleksibel, bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat terwujud.

6. Permen Karet
Bila kita sudah berkomitmen, lakukan semua dengan ikhlas dan selalu setia, seperti permen karet yang terus menempel.

7. Permen 
Berilah senyum manis ke setiap orang yang kita jumpai, karena senyum seperti permen, semua orang menyukainya.

Ingatlah : Waktu seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.

Kamis, 28 April 2016

Izinkan Aku Mencintaimu dengan CARAKU

Ada seorang istri yang memiliki suami yang seorang insinyur. Dia mencintai sifatnya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, si istri mulai merasa lelah. Alasan-alasan dia mencintai suaminya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. 

“Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.” ungkapan yg selalu muncul dibenaknya. 

“Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada dirinya. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.” pikiran sang istri yg selalu bergelanyut di kepalanya. 

Suatu hari, sang istri memberanikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada sang suami, bahwa dia menginginkan perceraian. 

“Mengapa ?”, sang suami bertanya dengan terkejut. 

“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. jwb sang istri. 

Si suami terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, 

tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. 

Kekecewaan sang istri semakin bertambah, merasa suaminya adalah seorang pria yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, “Apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?” gerutunya dalam hati. 

Dan akhirnya sang suami bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. 

Sang istri menatap mata suaminya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, 

“Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan merubah pikiran saya “. 

“Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?” lanjut sang istri. 

Si suami termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok”. 

Hati si istri langsung gundah mendengar respon suaminya seperti itu. 

Keesokan paginya, sang suami tidak ada di rumah, dan sang istri menemukan selembar kertas dengan coretan tangan suaminya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat. 

Disitu tertulis … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, 

tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya”. 

Kalimat pertama ini menghancurkan hati sang istri, namun tetap penasaran untuk melanjutkan untuk membacanya. 

” Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. 

Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. 

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. 

Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. 

Kamu senang diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. 

Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. 

Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku sambil tidur dan itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. 

Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu . 

Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. 

Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. 

Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu “. 

Air mata sang istri jatuh ke atas tulisan suaminya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi dia tetap berusaha untuk membacanya. 

”Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri didepan menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia “. 

Sang istri segera berlari membuka pintu dan melihat suaminya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan istrinya. 

“Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.” ucap sang istri sambil terisak memeluk suaminya. 


Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. 






Duduk dan hanya menangis, atau bangun dan mulai memperbaiki keadaan - Just Never Give Up


Suatu ketika, ada seorang anak kecil sedang diminta oleh gurunya untuk menggambar tangga. Malam itu, dengan sepenuh hati anak itu menyelesaikan gambar tangganya yang indah. Setelah semuanya selesai, tiba saatnya untuk berkemas. Namun, saat mau menyimpan kuasnya, tetesan tinta dari kuas itu tepat mengenai bagian tengah gambar tangga itu. 

Si anak kecil itupun mulai berkaca-kaca dan rasanya ia nyaris menangis karena gambar itu jelas sudah rusak. Untungnya, ada ayahnya yang lewat dan melihat apa yang terjadi. Dengan perasaan kesal dan nyaris menangis, anak itu menceritakan apa yang terjadi. Soal waktu, tentu tidak mungkin lagi untuk menggambar ulang. 

Akhirnya, setelah paham apa yang terjadi, dengan tersenyum si ayah berkata, ”sudahlah, jangan nangis. Lihat, tinta hitam ini bisa menjadi bintik hitam badan seekor anjing. Jadi, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah teruskan menggambar seekor anjing dengan bintik hitam tinta ini, Nak.” Si anak itupun dengan tekun mengikuti saran ayahnya. Keesokan harinya, ketika dikumpulkan gambarnya menjadi gambar terbaik. Kata gurunya, “Ini gambar yang bagus. Bukan hanya tangga, tetapi dengan hiasan anjing kecil yang bagus! Saya suka sekali.” 

Nah, apa kata ayahnya kepada si anak itu? Inilah komentar ayahnya setelah tahu bahwa gambar anaknya menjadi gambar terbaik. 
“Nak, kadang yang dibutuhkan adalah keuletan dan kreativitas untuk mengubah situasi yang buruk menjadi yang terbaik!” 

Pertanyaannya, berapa kali kamu mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, lantas kamu Cuma duduk, menyesal, dan menangis? Ingatlah selalu dengan kisah gambar anjing kecil ini.

Sedikitlah ulet, jangan mnyerah dulu. Lantas dengan sedikit kreatif, bangunlah dan lakukan sesuatu. Kadang kita akan berhasil ketika kita melakukannya, sementara yang lain mulai menyerah!

Litra Muhammad
Bks.290416.0105

Rabu, 27 April 2016

Selamat Datang Masalah....

Sahabat, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.

Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.  Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.

Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.

Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.


Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan  masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah proses kehidupan yang harus kita hadapi, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran  bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan. 

"Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu"
Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.


semoga kita dapat menjadi elang yang dapat berada di puncak saat badai melanda...

Senin, 25 April 2016

Anugrah Atau Bencana - itu tergantung pilihan kita..

aku...
aku selalu menjadi yang terasing....
aku selalu menjadi yang terbuang...
aku selalu menjadi yang tersingkirkan...
aku selalu manjadi yang berbeda...

itulah yang aku rasakan...

aku...
selalu merasa diasingkan..
selalu merasa dibuang..
selalu merasa disingkirkan..
selalu merasa berbeda dengan yang laen..

jika itu yang aku fikirkan..

namun, sobat...
aku bukanlah jiwa yang rapuh...
aku bukanlah jiwa yang rentan...

aku t'lah terbiasa dengan tajamnya duri kehidupan...


sobat...

ketika kita mendapatkan hal yang buruk...
ketika kita sdang menghadapi keadaan
yang tak pernah kita harapkan sebelumnya

kita selalu merasa bahwa kita sedang mendapat bencana...
selalu merasa bahwa masalah kita adalah yang terberat...
merasa bahwa kita adalah manusia yang paling menderita...

tanpa mau melihat itu sebagai suatu anugrah...
anugrah yang dapat kita ambil pelajarannya...
anugrah yang dapat kita maknai hikmahnya...
anugrah yang ga' semua orang bisa mendapatkannya...


padahal,
bencana ataukah anugrah
adalah pilihan kita sendiri...

bencana ataukah anugrah
ada dalam fikiran kita sendiri...

tergantung kita melihat itu
sebagai sebuah anugrah ataukah bencana...

sob...

aku selalu menjadi yang terasing....
aku selalu menjadi yang terbuang...
aku selalu menjadi yang tersingkirkan...
aku selalu manjadi yang berbeda...

namun, sobat...
aku bukanlah jiwa yang rapuh...
aku bukanlah jiwa yang rentan...

aku berterima kasih...
aku bersyukur...
ini adalah anugrah untukku..

dengan demikian,
aku dapat lebih kuat dalam menjalani kerasnya hidup...
aku dapat lebih imun terhadap kejamnya sakit..
aku dapat lebih menghargai indahnya kebersamaan...
aku dapat lebih menghargai diri ku sendiri...

sekarang,
anugrah ataukah bencana yang kau pilih...??
anugrah ataukan bencana yang kau fikirkan...??

- Litra Muhammad -