Rabu, 03 Agustus 2016

AKU ADALAH SANG GURU SEJATI.


Mereka bilang jalan ke sana itu salah, yang benar mesti lewat jalan sini.. Rasa penasaran ku membawa ku melewati jalan keduanya dan lalu aku menemukan jalan ku sendiri.

Mereka bilang makanan itu tidak enak, yang enak adalah makanan yang ini. Rasa pensaran ku membuat ku memakan ke duanya dan lalu aku menyukai makanan yang menurut ku enak.


Mereka bilang cara itu salah yang benar adalah cara yang begini. Rasa penasaran ku menjadikan ku mempelajari kedua cara tersebut, dan lalu aku menemukan caraku sendiri.

Begitupun kalian tak perlu mengatakan bahwa jalan ku salah, makanan yang ku makan itu tidak enak, atau cara yang kulakukan adalah salah. Kalian tak akan pernah menilai ku dengan tepat, karena yang kalian nilai hanyalah diri kalian sendiri.

Sebab tak akan pernah ada nilai salah dan benar, yang ada hanyalah realita yang ku alami. Sebab aku adalah sang guru sejati.

Jumat, 06 Mei 2016

Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua Pada Anak-Anak


orang tua dan anak


Merasa kesal pada anak-anak adalah hal yang lumrah selama orang tua tidak berlebihan. Namun ada kalanya orang tua kehilangan kontrol sehingga mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas. Meskipun tampak normal, sikap semacam ini seharusnya dihindari.
Tidak peduli seberapa sibuk seorang ayah atau ibu, adalah tidak tepat untuk melakukan hal-hal yang akan menghasilkan sikap buruk pada anak-anak mereka. Terutama dalam tahap-tahap awal di mana anak-anak sedang dalam pengembangan karakter,  yang kelak akan menjadi bagian tak terpisahkan dengan kepribadian mereka.
Meskipun kadang-kadang hal signifikan dapat terjadi, seperti berteriak pada anak-anak jika mereka mengganggu orang tua mereka ketika sedang sibuk dianggap sebagai hal yang umum, sebagai bentuk disiplin pada anak-anak. Namun, menurut beberapa ilmuwan, melakukan hal tersebut justru dapat memberikan efek negatif pada anak-anak. Anak-anak mungkin merasa terasing, tidak diakui, dan sebagainya.
Oleh karena itu, sesibuk apapun orang tua, atau seberapa banyak stres yang mereka miliki, mereka harus mampu mengendalikan diri dan memperlakukan anak-anak mereka dengan cara yang seharusnya. Apa saja hal-hal yang harus dihindari? Berikut adalah beberapa di antaranya:
Jangan Ganggu!
Hal ini tampaknya seperti hal yang normal. Seorang ibu sibuk memasak di rumahnya. Atau ayah sibuk membaca berita menarik di koran. Atau mungkin juga melanjutkan tugas yang dibawa dari kantor. Lalu ia mengunci diri di kamarnya. Tiba-tiba anak datang dan meminta dia untuk sebuah bantuan. Dalam situasi yang ketat, orang tua dapat berteriak pada anak itu, “Jangan ganggu aku! Aku sibuk! ”
Jika orang tua bertindak seperti itu, anak-anak mungkin merasa tidak berarti karena jika mereka meminta sesuatu pada orang tua mereka, mereka akan diberitahu untuk pergi. Jika sikap seperti itu diterapkan pada anak-anak anda, maka sampai mereka tumbuh dewasa mereka akan merasa tidak ada gunanya berbicara dengan anda. Cobalah alihkan perhatian anak-anak anda untuk melakukan kegiatan lain sebelum anda membantu mereka. Misalnya, jika mereka meminta bantuan anda dalam melakukan pekerjaan rumah mereka dan anda sedang benar-benar sibuk, mintalah mereka untuk melakukan aktivitas lain terlebih dahulu seperti menonton TV. Lalu kemudian, anda bisa datang kepada mereka untuk membantu, asalkan gangguan tersebut tidak terlalu lama.
Memberikan Pernyataan Negatif
Kadang-kadang orang tua merasa marah kepada anak-anak mereka yang tidak melakukan apa yang mereka katakan. Jika anak-anak diminta untuk melangkah maju dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan orang tua mereka, tapi mereka menolak, maka orang tuanya berkata, “Kamu seperti orang yang pemalu!” Pada kesempatan lain jika orang tua meminta anak mereka untuk melakukan sesuatu namun ia tidak melakukannya, mereka mengatakan, “Kamu begitu malas!”
Jenis pernyataan semacam itu dapat menyakiti perasaan anak-anak anda. Mereka akan menjadi seperti  yang orang tua mereka katakan. Ini akan sangat berbahaya jika pernyataan seperti “Kamu bodoh!”, “Kamu nakal!” dikatakan pada anak-anak kita.
Sebaliknya, katakanlah hal-hal positif kepada anak-anak anda. Jika anak-anak anda menerima nilai buruk, jangan mengatakan, “Kamu begitu bodoh!”; Katakan sesuatu yang lain. Sebagai contoh, katakanlah, “Jika kamu belajar lebih baik, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik daripada ini karena kamu sebetulnya adalah anak pintar.”
Jangan Menangis
Berurusan dengan anak-anak yang bertengkar dengan teman-teman mereka atau merasa kecewa karena perlakuan tertentu harus dilakukan secara bijaksana. Tidak perlu untuk memarahi atau meminta anak-anak anda untuk tidak cengeng. Banyak anak yang mengalami hal tersebut, orang tua mengatakan pada mereka, “Jangan cengeng!”, “Jangan sedih!”, “Jangan takut!”
Mengatakan kata-kata tersebut akan mengajarkan anak-anak bahwa perasaan sedih adalah sesuatu hal yang tidak umum, bahwa menangis bukanlah hal yang baik, sedangkan menangis sendiri merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang setiap manusia miliki.
Oleh karena itu, untuk menangani masalah ini, akan lebih baik untuk meminta anak-anak anda menjelaskan apa yang membuat mereka sedih. Jika mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh teman-teman mereka, jelaskan pada mereka bahwa perilaku teman-teman mereka adalah tidak baik. Dengan memberikan mereka gambaran perasaan yang mereka rasakan, orang tua telah memberikan mereka pelajaran empati. Anak-anak yang menangis akan segera menghentikan atau setidaknya mengurangi tangisan mereka.
Membandingkan Anak
Memiliki lebih dari satu anak mungkin berakibat membandingkan anak anda satu sama lain. Jika anak kedua tidak bisa memakai pakaian secepat saudaranya, jangan mengatakan, “Lihatlah kakakmu, dia bisa melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya juga? ”
Perbandingan  hanya akan membuat anak anda merasa bingung dan menjadi kurang percaya diri. Anak-anak bahkan mungkin membenci orang tua mereka karena mereka selalu mendapatkan perlakuan buruk dari perbandingan tersebut (terhadap kakak, adik, atau anak-anak lain), sedangkan perkembangan setiap anak berbeda.
Daripada  membandingkan anak-anak anda, orang tua harus membantu untuk menyelesaikannya. Misalnya, ketika anak mengalami masalah mengenakan pakaian mereka sementara saudara mereka bisa melakukannya lebih cepat, orang tua harus membantu mereka untuk melakukannya secara benar.
Menunda
Ada kalanya seorang ayah atau seorang ibu berada di rumah bersama anak-anak mereka tetapi tanpa pasangan (suami atau istri). Ketika anak-anak melakukan kesalahan, orang tua (baik ayah atau ibu) tidak memberitahu anak-anak mereka tentang kesalahan yang mereka buat dengan segera. Misalnya, seorang anak diberitahu untuk tidak bermain dengan korek api, tapi dia tetap melakukannya. Si ibu hanya mengatakan, “Tunggu sampai ayahmu pulang.” Ini berarti menunggu sampai ayahnya yang akan menghukum nanti.
Menunda mengatakan kesalahan hanya akan memperburuk keadaan. Ada kemungkinan bahwa ketika seorang ibu atau ayah menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anak-anak mereka, ibu/ayah malah membesar-besarkan sehingga anak-anak menerima hukuman yang lebih dari seharusnya. Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anak-anak mereka, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan. Oleh karena itu, akan lebih baik untuk tidak menunda dalam mengoreksi kesalahan yang dilakukan anak-anak anda sebelum menjadi lupa sama sekali, dan jangan bergantung pada pasangan anda.
Cepatlah!
Saat sebuah keluarga pergi ke suatu acara dan seorang anak lambat dalam melakukan hal-hal, seperti mengenakan baju atau sepatu, orang tua sering berteriak, “Cepat!”
Sikap ini tidak mendidik anak-anak anda untuk melakukan hal-hal lebih cepat, apalagi jika berteriak juga disertai dengan jari menunjuk dan suara nyaring. Hal ini akan membuat anak merasa takut, bersalah, dan tidak akan membuat mereka bergerak lebih cepat.
Memberikan Pujian dengan Mudahnya
Rupanya, memberikan pujian dengan mudah juga bukan hal yang baik. Memberikan pujian dengan mudah akan terkesan “murah”. Oleh karena itu jika seorang anak melakukan sesuatu yang sederhana, tidak perlu memuji dengan “Luar Biasa! Luar Biasa!” Karena anak secara alamiah akan mengetahui hal-hal yang dia lakukan dengan biasa-biasa saja atau luar biasa.
Sikap di atas sering dipraktekkan pada anak-anak oleh orang tua mereka. Kelihatannya sederhana tetapi dapat menghasilkan karakter yang buruk jika tidak dihindari. Oleh karena itu, di kalangan masyarakat yang kondisinya tampak menyedihkan akhir-akhir ini, perbaikan harus dimulai dari keluarga, sehingga marilah kita memperlakukan anak-anak kita dengan baik.

Sabtu, 30 April 2016

Siapa yang salah..??

Kemaren badan kayaknya capek banget sampe tidur kayaknya nyenyak banget sampe bangun kesiangan..
begitu mata terbuka langsung disambut suara anak yang manggil-manggil..
"papa..papa.." sambil bawa ciki yang baru beli dari warung dia coba menghampiriku..
begitu lewat pintu kamar kaki nya tersandung kaki meja yg akhirnya bikin dia jatuh sama ciki nya..
ngeliat anaknya jatuh, istri ku yg juga mama nyaanak ku langsung menghampiri anak ku, langsung diusap-usap kaki anak ku yg tersandung kaki meja sambil mukul-mukul kaki meja yang bikin kaki anak ku tersandung..
"siapa yang nakal, sayang..?? meja nya nakal ya..??" 
"cup..cup..cup.., dah diem, meja nya dah dipukul" 
kira-kira begitulah kata-kata yang keluar dari bibir istriku sambil mendiamkan anak ku..

jadi inget waktu aku kecil dulu, mama ku juga sering bilang begitu..
kalau aku jatuh karna tersandung atau terpleset, mama pasti mendiam kan ku dengan kata"-kata yang ga jauh beda dengan kata-kata istriku tadi..
dan kayaknya juga hampir sebagian besar orang tua di daerah ku memperlakukan anaknya dengan cara yang sama..

cara mereka para orang tua mendiamkan anaknya dengan menyalahkan meja, lantai atau apapun yg membuat anaknya jatuh, seolah-olah si anak jatuh karena meja atau lantai yang salah..
kesalahan bukan dari si anak, tapi dari si meja atau lantai itu..

padahal lantai dan meja selalu diam disitu..
merekalah kambing hitam para orang tua kalau anaknya nangis karena jatuh tersandung atau terpeleset..

hal seperti itu sering terjadi berulang-ulang kali sampai akhirnya melekat di bawah sadar si anak.. bahkan sampai membentuk karakter pada beberapa anak..

ini cara yang dilakukan sebagian besar orang tua dalam membesarkan anaknya..

maka ketika anak-anak ini besar, ga jarang yang akhirnya ketika anak-anak ini jatuh dan terpleset ke dalam permasalahan hidup, anak-anak ini akan selalu menyalahkan diluar diri nya..
menyalahkan kaki meja yang diam tanpa bisa bergerak..
menyalahkan lantai yang bahkan ga bsa berkata-kata..

maka ketika anak-anak ini tumbuh menjadi anak dewasa yang ga pernah mau disalahin atas kelakuannya sendiri, siapa yang salah..??
maka ketika anak-anak ini tumbuh dengan didikan bahwa dia ga pernah salah dan yang salah adalah kaki meja dan lantai sehingga terbentuk ego tak ingin disalahkan, siapa yang salah..??

kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini ketika dilakukan berulang-ulang kali bahkan sampai ribuan kali, dapat membentuk karakter anak..

maka, aku mengajak semua yg membaca ini, temenku, saudaraku, keluargaku, bahkan musuhku, mari mulai memberikan pengertian kepada anak-anak kita bahwa ketika mereka jatuh, yang salah bukan lah meja, karna meja selalu diam disitu..
ketika mereka terpleset, jangan salahkan lantai, karna lantai akan tetap seperti itu..
kita lah yang harusnya bisa menyesuaikan keadaan supaya tidak tersandung..
kita lah yang seharusnya bisa menyesuaikan keadaan supaya tidak terpeleset..

selamat pagi..

semoga kita menjadi orang-orang yang bisa menahan ego diri..

untuk istri ku tercinta :
"mulai besok mama harus rubah cara mendiamkan Litra klo dia nangis karna jatuh"

Litra Muhammad

Pertolongan Pertama Pada Kehidupan (P3K)

Sediakan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kehidupan) dalam kehidupan kita. Di dalamnya, ada 7 benda :


1. Tusuk Gigi 
Jangan suka mencongkel-congkel keburukan hati orang. Sebaliknya, carilah kebaikan orang lain yang terselip, yang tidak kelihatan selama ini.

2. Penghapus 
Hapus semua kesalahan orang yang menyebabkan kita sakit hati.

3. Pensil 
Tulis dalam hati: berkah/anugerah yang kita terima setiap hari.

4. Plester
Semua luka hati dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya.

5. Karet Gelang 
Bersikaplah fleksibel, bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat terwujud.

6. Permen Karet
Bila kita sudah berkomitmen, lakukan semua dengan ikhlas dan selalu setia, seperti permen karet yang terus menempel.

7. Permen 
Berilah senyum manis ke setiap orang yang kita jumpai, karena senyum seperti permen, semua orang menyukainya.

Ingatlah : Waktu seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.

Kamis, 28 April 2016

Diam Mu Gunung Berapi

Timur barat selatan hingga utara
Setiap saat tiap ketika
Mecari tak berputus asa ku melangkah
Terasa dekat boleh disentuh
Namun hakikatnya kau terlalu jauh

Engkau yang penyayang
Pemaaf pengasih
Berkali engkau ku kecewakan
Ku tetap tak tersisih
Kau bagiku bagai gerbang yang sentiasa terbuka
Sabar dan tenang menanti setiap ketika
Kalau pun marah… tidak ketara
Aku terus lupa… hadirmu di Persia
Tidakku sadari diammu gunung berapi
Tiba-tiba sahaja meledak membinasakan semua
Tiada lagi buatku gerbang terbuka
Kesalan ku terlewat tiba
Aku kini perahu tidak berdayung
Ingin kau kudekati kusentuh
Namun hakikatnya kau jauh

Litra Muhammad

Izinkan Aku Mencintaimu dengan CARAKU

Ada seorang istri yang memiliki suami yang seorang insinyur. Dia mencintai sifatnya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, si istri mulai merasa lelah. Alasan-alasan dia mencintai suaminya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. 

“Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.” ungkapan yg selalu muncul dibenaknya. 

“Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada dirinya. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.” pikiran sang istri yg selalu bergelanyut di kepalanya. 

Suatu hari, sang istri memberanikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada sang suami, bahwa dia menginginkan perceraian. 

“Mengapa ?”, sang suami bertanya dengan terkejut. 

“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. jwb sang istri. 

Si suami terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, 

tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. 

Kekecewaan sang istri semakin bertambah, merasa suaminya adalah seorang pria yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, “Apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?” gerutunya dalam hati. 

Dan akhirnya sang suami bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. 

Sang istri menatap mata suaminya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, 

“Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan merubah pikiran saya “. 

“Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?” lanjut sang istri. 

Si suami termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok”. 

Hati si istri langsung gundah mendengar respon suaminya seperti itu. 

Keesokan paginya, sang suami tidak ada di rumah, dan sang istri menemukan selembar kertas dengan coretan tangan suaminya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat. 

Disitu tertulis … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, 

tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya”. 

Kalimat pertama ini menghancurkan hati sang istri, namun tetap penasaran untuk melanjutkan untuk membacanya. 

” Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. 

Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. 

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. 

Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. 

Kamu senang diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. 

Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. 

Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku sambil tidur dan itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. 

Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu . 

Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. 

Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. 

Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu “. 

Air mata sang istri jatuh ke atas tulisan suaminya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi dia tetap berusaha untuk membacanya. 

”Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri didepan menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia “. 

Sang istri segera berlari membuka pintu dan melihat suaminya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan istrinya. 

“Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.” ucap sang istri sambil terisak memeluk suaminya. 


Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. 






Duduk dan hanya menangis, atau bangun dan mulai memperbaiki keadaan - Just Never Give Up


Suatu ketika, ada seorang anak kecil sedang diminta oleh gurunya untuk menggambar tangga. Malam itu, dengan sepenuh hati anak itu menyelesaikan gambar tangganya yang indah. Setelah semuanya selesai, tiba saatnya untuk berkemas. Namun, saat mau menyimpan kuasnya, tetesan tinta dari kuas itu tepat mengenai bagian tengah gambar tangga itu. 

Si anak kecil itupun mulai berkaca-kaca dan rasanya ia nyaris menangis karena gambar itu jelas sudah rusak. Untungnya, ada ayahnya yang lewat dan melihat apa yang terjadi. Dengan perasaan kesal dan nyaris menangis, anak itu menceritakan apa yang terjadi. Soal waktu, tentu tidak mungkin lagi untuk menggambar ulang. 

Akhirnya, setelah paham apa yang terjadi, dengan tersenyum si ayah berkata, ”sudahlah, jangan nangis. Lihat, tinta hitam ini bisa menjadi bintik hitam badan seekor anjing. Jadi, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah teruskan menggambar seekor anjing dengan bintik hitam tinta ini, Nak.” Si anak itupun dengan tekun mengikuti saran ayahnya. Keesokan harinya, ketika dikumpulkan gambarnya menjadi gambar terbaik. Kata gurunya, “Ini gambar yang bagus. Bukan hanya tangga, tetapi dengan hiasan anjing kecil yang bagus! Saya suka sekali.” 

Nah, apa kata ayahnya kepada si anak itu? Inilah komentar ayahnya setelah tahu bahwa gambar anaknya menjadi gambar terbaik. 
“Nak, kadang yang dibutuhkan adalah keuletan dan kreativitas untuk mengubah situasi yang buruk menjadi yang terbaik!” 

Pertanyaannya, berapa kali kamu mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, lantas kamu Cuma duduk, menyesal, dan menangis? Ingatlah selalu dengan kisah gambar anjing kecil ini.

Sedikitlah ulet, jangan mnyerah dulu. Lantas dengan sedikit kreatif, bangunlah dan lakukan sesuatu. Kadang kita akan berhasil ketika kita melakukannya, sementara yang lain mulai menyerah!

Litra Muhammad
Bks.290416.0105

Rabu, 27 April 2016

Selamat Datang Masalah....

Sahabat, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.

Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.  Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.

Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.

Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.


Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan  masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah proses kehidupan yang harus kita hadapi, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran  bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan. 

"Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu"
Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.


semoga kita dapat menjadi elang yang dapat berada di puncak saat badai melanda...

Senin, 25 April 2016

Anugrah Atau Bencana - itu tergantung pilihan kita..

aku...
aku selalu menjadi yang terasing....
aku selalu menjadi yang terbuang...
aku selalu menjadi yang tersingkirkan...
aku selalu manjadi yang berbeda...

itulah yang aku rasakan...

aku...
selalu merasa diasingkan..
selalu merasa dibuang..
selalu merasa disingkirkan..
selalu merasa berbeda dengan yang laen..

jika itu yang aku fikirkan..

namun, sobat...
aku bukanlah jiwa yang rapuh...
aku bukanlah jiwa yang rentan...

aku t'lah terbiasa dengan tajamnya duri kehidupan...


sobat...

ketika kita mendapatkan hal yang buruk...
ketika kita sdang menghadapi keadaan
yang tak pernah kita harapkan sebelumnya

kita selalu merasa bahwa kita sedang mendapat bencana...
selalu merasa bahwa masalah kita adalah yang terberat...
merasa bahwa kita adalah manusia yang paling menderita...

tanpa mau melihat itu sebagai suatu anugrah...
anugrah yang dapat kita ambil pelajarannya...
anugrah yang dapat kita maknai hikmahnya...
anugrah yang ga' semua orang bisa mendapatkannya...


padahal,
bencana ataukah anugrah
adalah pilihan kita sendiri...

bencana ataukah anugrah
ada dalam fikiran kita sendiri...

tergantung kita melihat itu
sebagai sebuah anugrah ataukah bencana...

sob...

aku selalu menjadi yang terasing....
aku selalu menjadi yang terbuang...
aku selalu menjadi yang tersingkirkan...
aku selalu manjadi yang berbeda...

namun, sobat...
aku bukanlah jiwa yang rapuh...
aku bukanlah jiwa yang rentan...

aku berterima kasih...
aku bersyukur...
ini adalah anugrah untukku..

dengan demikian,
aku dapat lebih kuat dalam menjalani kerasnya hidup...
aku dapat lebih imun terhadap kejamnya sakit..
aku dapat lebih menghargai indahnya kebersamaan...
aku dapat lebih menghargai diri ku sendiri...

sekarang,
anugrah ataukah bencana yang kau pilih...??
anugrah ataukan bencana yang kau fikirkan...??

- Litra Muhammad -

Ikhlas itu indah..

Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda tengah berjalan menyusuri jalan yang sempit. Tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk di pinggir jalan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.

Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.

Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.

pemuda itu terdiam sejenak untuk menenangkan hatinya, siang itu dirinya menemukan pelajaran yang sangaa berharga, yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata untuk kebaikan kita sendiri. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu di tepi jalan, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah. 

ya, "IKHLAS" itu memang indah...

Minggu, 24 April 2016

Ubah Mainsett Mu dan Optimis lah..

Tali kecil yang melingkar pada salah satu kaki depannya dan terikat pada sebuah tonggak kecil. Tidak tampak kandang besi atau rantai baja yang mengikatnya. Jelas sekali bahwa jika si gajah berniat melepaskan diri maka dengan amat mudahnya ia akan segela terlepas dan lari. Tapi entah mengapa hal itu tidak dilakukannya.

Laki-laki tersebut penasaran dan melihat sekitar menghampiri pawang sekaligus pelatih gajah tersebut dan bertanya, "Mengapa gajah sebesar itu hanya berdiri saja dan tidak berusaha melarikan diri padahal talinya sekecil itu?"

Jawab pelatih gajah tersebut, "ketika gajah tersebut masih kecil kami sudah mengikatnya dengan tali tersebut, dan kami menggunakan tali yang seukuran itu sampai dia sedewasa dan sebesar ini. Cukup bagi gajah untuk yakin bahwa karena tali tersebut maka dia tidak bisa melarikan diri, sehingga sampai sekarang dia tidak berusaha melepaskan diri dari tali tersebut."

Laki-laki tersebut heran dan menggumam, "hewan sebesar itu yang bisa melarikan diri dan lepas dari tali kapan saja, tapi tidak melakukannya hanya karena dia percaya bahwa tali yang mengikatnya tidak memungkinkan dia melarikan diri, dan karenanya dia tetap berada di sini sampai sekarang?"

Sobat,
Seperti si gajah, beberapa dari kita sering merasa tidak mampu melakukan sesuatu padahal kita mampu, hanya karena kita pernah gagal. bukan berarti kita tak dapat melakukannya lagi di lain waktu. Ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari hidup, dan bukan mejadi alasan untuk tidak mencobanya di lain waktu, apalagi sampai berdiam diri tanpa melakukan sesuatu.

KALIAN BISA SAJA MENGETAHUI AKU SEDANG JATUH CINTA, TETAPI KALIAN SAMA SEKALI TAK BISA MEMAHAMI PERASAAN CINTAKU.

Ketika melihat wanita muda berkulit putih dan berbaju hitam siang tadi, sejenak aku begumam begitu indah karya alam ini. Tubuh semampai nya yang proporsional berjalan meliuk menyebrang jalan. Kunikmati beberapa saat karya indah ini dari balik jendela praktekku. Tiba-tiba pengemis wanita tua dengan baju kumuh dan kucel masuk ke dalam dan menengadahkan tangannya. Fikiran ku yang tadinya terbang seakan-akan terhempas kebawah dengan tiba-tiba.

Setelah memberikan lembaran 2000 sejenak ku terpana. Ini bukan soal apa yang ada di luar diri melintas silih berganti dengan segala aktivitasnya dan keadaannya. Tapi ini soal di dalam sini, di dalam diriku, di dalam fikiran ku, di dalam hati dan jiwa ku. Aku yang memberi nilai indah dan jelek, baik dan buruk, salah dan benar. Sebab segalanya tidak akan bernilai kalau bukan aku yang memberi nilai.

Pemahaman bukanlah berada dalam berbagai buku tebal yang ku baca, bukan pula berada dalam segala teori yang ku tuangkan dalam berbagai tulisan dan bukan pula ada dalam kemasan yang ku tunjukkan pada kalian. Bukan. Pengetahuan dapat saja di bagi pada siapa saja, namun pemahaman adalah milikku pribadi yang tak dapat begitu saja bisa kalian pahami.

Sesungguhnya kalian dapat saja mengetahui bagaimana aku jatuh cinta pada pada SANG ADA dan TIADA, dari berbagai tulisan dan informasi yang ku berikan pada kalian. Namun tak sekalipun kalian bisa memahami perasaan cinta ku pada SANG HIDUP dan SANG MATI.

Jumat, 22 April 2016

Tidak semua yang terlihat buruk itu memang buruk, Positif Thinking lahh...

Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi dikarenakan ada seorang pasien yang membutuhkan bantuannya.

Sang ayah dari pasien yang akan di operasi menghampirinya dan dengan gusar berkata "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apakah anda tidak tahu bahwa nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?" 

Dokter itu tersenyum dan berkata, "Maaf, saya sedang tidak berada di rumah sakit, tapi secepatnya saya menuju kemari ketika pihak rumah sakit menghubungi saya"

Kemudian dokter tersebut bergegas menuju ke ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya dan berkata kepada ayah dari pasien tersebut "Syukurlah, anak anda sudah tertolong dan keadaannya sudah sangat stabil".

Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata lagi, "Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan", setelah berkata dokter tersebut segera berlalu dengan tergesa-gesa.

Sang ayah berkata kepada suster, "Kenapa dokter itu angkuh sekali ? dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya !!!"

Sambil meneteskan air mata suster menjawab, "Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda sudah selamat dan dokter bisa kembali berkabung".

Sobat..
Janganlah kita tergesa-gesa memberikan penilaian terhadap seseorang, 
tapi maklumilah,
karna setiap orang di sekeliling kita menyimpan cerita kehidupan yang mungkin tidak terbayang di benak kita.
Ada air mata di balik senyuman
Ada kasih sayang di balik setiap amarah
Ada PENGORBANAN di balik setiap ketidak pedulian
Ada harapan di balik setiap kesakitan
Ada kekecewaan di balik setiap derai tawa
Semoga kita semua bisa menjadi manusia dengan rasa toleransi yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dalam hidup ini. 
Ingatlah, kita bukannya satu-satu manusia dengan segudang masalah.
kita bukan satu-satunya manusia yang paling menderita,
Tersenyumlah, karena senyum mampu membasuh setiap luka
Maafkanlah, karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..

Selamat Datang Di Blog Pribadi Ku..

Selamat Datang di blog pribadi ku. Blog sederhana yang akan ku isi dengan apapun yang terlintas dalam fikiranku yang ingin ku tuangkan dalam blog ini. Mungkin cerita pengalaman hidup, sekedar syair buatan sendiri atau nyontek dari kanan kiri, mungkin lirik lagu kesukaan, bisa juga informasi tetang sesuatu atau apapun yang ingin aku share disini.

so, selamat menikmati apa yang bisa dinimati disini.. :)